Skip to main content

Daun Miana: Cantik di Taman, Ampuh untuk Kesehatan


Daun Miana (Plectranthus scutellarioides)

·  Kingdom: Plantae

·  Subkingdom: Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh)

·  Super Divisi: Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

·  Divisi: Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)

·  Kelas: Magnoliopsida (dikotil)

·  Ordo: Lamiales

·  Famili: Lamiaceae

·  Genus: Plectranthus

·  Spesies: Plectranthus scutellarioides (L.) R.Br.

 

Daun miana, juga dikenal sebagai Coleus atau jati cina hias, adalah tanaman hias sekaligus tanaman obat yang berasal dari Asia Tenggara dan Pasifik. Tanaman ini termasuk dalam famili Lamiaceae, sama seperti kemangi dan mint.

Tanaman ini dikenal karena daunnya yang berwarna cerah dan bervariasi, seperti ungu, hijau, merah marun, dan kuning, sering kali dengan kombinasi motif mencolok. Bentuk daunnya oval bergerigi dengan tekstur agak tebal dan berbulu halus. Tanaman ini tumbuh sebagai semak tegak atau merambat dengan tinggi 30–90 cm.


Nama Lain

  • Nama ilmiah: Plectranthus scutellarioides (juga dikenal sebagai Coleus blumei atau Solenostemon scutellarioides)
  • Nama lokal di Indonesia: daun iler, iler merah, jawer kotok, ati-ati
  • Nama Inggris: Coleus, Painted nettle

Kandungan Kimia

Beberapa senyawa yang terdapat dalam daun miana antara lain:

  • Alkaloid
  • Flavonoid
  • Tanin
  • Saponin
  • Minyak atsiri
  • Antosianin – memberi warna khas pada daun dan bersifat antioksidan

Manfaat Kesehatan

Dalam pengobatan tradisional, daun miana digunakan untuk:

  • Obat bisul dan luka luar – daun ditumbuk dan ditempelkan
  • Mengatasi peradangan kulit
  • Meredakan batuk dan radang tenggorokan (melalui rebusan daunnya)
  • Obat wasir (ambeien)
  • Mengatasi gangguan menstruasi dan keputihan

Penggunaan secara topikal maupun sebagai ramuan minum umumnya dilakukan secara tradisional.


Efek Samping dan Perhatian

Penggunaan daun miana secara eksternal relatif aman. Namun, konsumsi oral (diminum) sebaiknya tidak dilakukan berlebihan karena belum banyak uji klinis. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaannya tanpa konsultasi medis.


Referensi

  1. Moeljono, D. (2004). Tumbuhan Obat di Sekitar Kita. Jakarta: Trubus Agriwidya.
  2. Zakaria, M. (2007). Traditional Malay Medicinal Plants. Kuala Lumpur: ITBM.
  3. Suharmiati, et al. (2013). Potensi Daun Miana Sebagai Antiradang. Jurnal Kesehatan, 4(2), 55–60.

Comments

Popular posts from this blog

Keji Beling, Sang Pahlawan Kecil untuk Organ Vital

  Keji Beling (Strobilanthes crispus) ·   Kingdom : Plantae ·   Subkingdom : Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh) ·   Super Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) ·   Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga) ·   Kelas : Magnoliopsida (dikotil) ·   Ordo : Lamiales ·   Famili : Acanthaceae ·   Genus : Strobilanthes ·   Spesies : Strobilanthes crispus (L.) Blume Keji beling , juga dikenal dengan nama lain seperti pecah beling , enyoh keling , atau dalam bahasa ilmiah Strobilanthes crispus , adalah tanaman semak dari famili Acanthaceae. Tanaman ini banyak ditemukan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia, dan telah lama digunakan sebagai tanaman obat dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini tumbuh dengan tinggi antara 1 hingga 2 meter, memiliki batang yang lunak, dan daun yang berbentuk lonjong, bergerigi di tepinya, serta permukaan daunnya berbulu halus. Bunganya berwarna ungu keunguan dan tumbuh dalam...

Taman Vertikultur di Sekolah: Solusi Cerdas untuk Ruang Perkotaan dan Lingkungan Asri

  Taman vertikultur adalah metode menanam tanaman secara vertikal pada media yang tersusun bertingkat atau menempel pada dinding, pagar, atau struktur vertikal lainnya. Konsep ini menjadi solusi inovatif untuk keterbatasan lahan hijau di area perkotaan yang padat dan sempit. Dengan menggunakan ruang vertikal, taman vertikultur memungkinkan masyarakat untuk tetap menanam berbagai tanaman—mulai dari sayuran, tanaman hias, hingga tanaman obat—meskipun di lahan yang terbatas. Manfaat Taman Vertikultur di Sekolah 1. Optimalisasi Ruang  Taman vertikultur memungkinkan pemanfaatan ruang vertikal sehingga cocok untuk sekolah dengan area terbatas. Dengan sistem bertanam secara vertikal, siswa dan guru dapat menanam berbagai jenis tanaman tanpa memerlukan lahan yang luas. 2. Meningkatkan Kualitas Udara dan Lingkungan Tanaman pada taman vertikultur berfungsi menyerap polutan dan menghasilkan oksigen, sehingga membantu meningkatkan kualitas udara di lingkungan sekolah. Hal ini mendukung ke...